TEHERAN — Seorang komandan senior program pengembangan rudal Iran tewas dalam ledakan di sebuah pangkalan militer, Sabtu (12/11/2011). Sontak, kejadian itu mendorong spekulasi bahwa Mossad, badan intelijen Israel, terlibat.Komandan itu adalah Brigadir Jenderal Hassan Moghaddam. Total 17 orang tewas dalam ledakan yang terjadi di sebuah kompleks Garda Revolusi yang terletak 25 mil di sebelah timur ibu kota Teheran itu. Pemerintah Iran menyatakan, ledakan tersebut disebabkan "kecelakaan" ketika amunisi dipindahkan. Namun, posisi tinggi Moghaddam di program pengembangan rudal itu telah menimbulkan spekulasi bahwa kejadian tersebut merupakan aksi sabotase yang dilakukan badan intelijen Israel atau bahkan mitra Amerikanya, CIA, yang berupaya untuk menghentikan program senjata nuklir Iran.
Kejadian itu terjadi pada minggu yang sama saat putra seorang mantan komandan Pengawal Revolusi Iran ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Dubai. Situs web milik ayah dari orang yang meninggal di Dubai itu menyebutkan kematian tersebut "mencurigakan". Namun, polisi Dubai bersikeras bahwa kematian itu tidak mencurigakan.
Daily Mail, Senin (14/11/2011), melaporkan, Brigadir Jenderal Moghaddam dikatakan bertanggung jawab atas penelitian industrial yang bertujuan menjamin swasembada kebutuhan "senjata" Pengawal Revolusioner Iran. Para pengamat Iran percaya, insiden tersebut merupakan kode untuk mengatakan, dia bertanggung jawab atas persediaan rudal itu.
Richard Silverstein, yang secara teratur mengungkapkan informasi yang disensor di Israel, mengatakan di blog-nya, sebagaimana dikutip Daily Mail, bahwa sebuah sumber telah mengonfirmasi, Mossad bekerja sama dengan kelompok Mojaheddin Rakyat Iran (MEK) yang berada di pengasingan untuk melakukan ledakan itu. Dia mengatakan, "Telah secara luas diketahui dalam kalangan intelijen bahwa Israel menggunakan MEK untuk berbagai tindakan spionase dan teror."
Ledakan pada Sabtu itu merupakan "bencana" terbaru yang menyerang program nuklir Iran dalam dua tahun terakhir. Pada 2010, sebanyak 18 orang tewas setelah sebuah ledakan di sebuah pangkalan yang menjadi tempat penyimpanan rudal-rudal jarak jauh, Shahab-3. Pada tahun yang sama, seorang ilmuwan nuklir senior tewas dan yang lainnya cedera ketika mobil mereka ditempeli bom oleh pengendara sepeda motor. "Bencana" lain yang dituduhkan kepada Isreal adalah serangan virus komputer sangat canggih yang menyebabkan sentrifugal yang digunakan untuk pengayaan uranium menjadi tergangggu.
Mossad, yang tidak pernah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, diduga terlibat dalam semua kejadian tersebut.
Namun, Shahin Gobadi, seorang juru bicara MEK, menolak dengan tegas bahwa kelompoknya terlibat. Soal ledakan pada Sabtu lalu, ia mengatakan bahwa itu bisa terjadi di Garda Revolusi, yang menurut dia, punya reputasi terkait "kecerobohan".
Juru bicara Garda Revolusi, Jenderal Ramazan Sharif, mengatakan, ledakan hari Sabtu itu juga melukai 16 orang lainnya. Ia membantah klaim bahwa ledakan itu terjadi saat Pengawal Revolusi mencoba untuk memasang hulu ledak nuklir pada rudal. Dia mengatakan, "Rekan-rekan saya di Garda itu mengangkut amunisi di salah satu depot di tempat itu ketika ledakan tersebut terjadi sebagai akibat dari kecelakaan itu."
Ledakan itu terjadi seminggu setelah pembeberan sebuah laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tentang program nuklir Iran. Dalam laporan itu, IAEA menyatakan, bukti "yang bisa dipercaya" memperlihatkan bahwa Iran telah terlibat dalam proyek dan percobaan yang berkaitan dengan pembuatan senjata nuklir. Teheran membatah isi laporan itu dan berkeras Iran tak memiliki program senjata nuklir. Iran juga mengkritik laporan IAEA tersebut sebagai "tidak seimbang, tidak profesional, dan dilatarbelakangi motif politik". Meski begitu, laporan IAEA itu kembali memicu seruan di Israel untuk melakukan serangan pre-emptive terhadap fasilitas nuklir Iran itu.
Mossad di Balik Kematian Ahli Rudal Iran?
By Presiden Leuweungtiis at 08.09
Berita Seru Militer, Berita Seru Politik
Related Posts:
Pembantaian di Norwegia, Antara 'Teroris' & Tudingan Prematur Terhadap MuslimSenin, 25/07/2011 10:21 WIBLondon - Media-media Barat mendapat kritikan tajam. Kesimpulan awal mereka tentang adanya ekstremis muslim di balik pengeboman dan penembakan di Norwegia ternyata salah besar. Penggunaan istilah ter… Read More
NII Garut Tolak Cuci Otak dan Peras HartaJajaran pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) yang ada di Kab. Garut, dengan tegas membantah telah melakukan praktik cuci otak dan memeras harta. Cuci otak dan peras harta, menurut mereka dilakukan kelompok yang memanfaatkan … Read More
Upaya Yahudisasi, Israel Siap Tanam 713 Kuburan Palsu REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM--Tokoh-tokoh Yerusalem mengingatkan terjadinya eskalasi yang dilakukan organisasi-organisasi permukiman Zionis dan otoritas penjajah Zionis Israel dalam melakukan yahudisasi di daerah Silwan di sela… Read More
Panglima: TNI Netral, Takkan Dukung Sri MulyaniJakarta - Sejumlah purnawirawan dan perwira TNI mengaku ditawari pihak asing untuk mendukung Sri Mulyani sebagai capres 2014. Panglima TNI membantah kabar itu, dia menegaskan TNI netral. "Tidak ada, perwira kumpul bias… Read More
Susunan Pengurus DPP PPP 2011-2015 Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sudah merampungkan susunan pengurus DPP PPP periode 2011-2015. Berikut ini susunan pengurus PPP tersebut: KETUA UMUM: Drs. H Suryadharma Ali Msi WAKIL KETUA UMUM: Emron Pangkapi, H. Hasr… Read More