Konstitusi Negara Islam Indonesia (NII)

Banyak yang penasaran bagaimana tentang Konstitusi Negara Islam Indonesia (NII),Profil Singkat berikut saya copykan dari sumber :http://serbasejarah.files.wordpress.com/2010/01/negaraislamindonesia_faktasejarahdanperkembangannya.pdf  yang merupakan hasil penelitian “NEGARA ISLAM INDONESIA:
FAKTA SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA”Disusun oleh
Mahatma Hadhi
Rizky Argama
Shinta Rishanty
Taufik Hidayat
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS INDONESIA
Jakarta, Mei 2005


1. Proklamasi Berdirinya Negara Islam Indonesia
PROKLAMASI
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih
Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah
Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia
MENYATAKAN :
BERDIRINYA
NEGARA ISLAM INDONESIA
Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah :
HUKUM ISLAM.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA
ttd
S.M. KARTOSOEWIRJO
Madinah - Indonesia,
12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.


2. Konstitusi Negara Islam Indonesia
QANUN ASASY NEGARA ISLAM INDONESIA
Bismillahirrahmanirrahim
Inna fatahna laka fathan mubina
MUQADDIMAH
Sejak mula pertama Umat Islam berjuang, baik sejak masa kolonial Belanda
yang dulu maupun pada zaman pendudukan Jepang, hingga pada zaman
Republik Indonesia, sampai pada saat ini, selama ini mengandung suatu
maksud yang suci, menuju suatu arah yang mulia, ialah “mencari dan
mendapatkan mardhotillah, yang merupakan hidup di dalam suatu ikatan
dunia baru, yakni Negara Islam Indonesia yang merdeka”.
Dalam masa Umat Islam melakukan wajibnya yang suci itu dengan
beraneka jalan haluan yang diikuti, maka diketahuinyalah beberapa
jembatan yang perlu dilintasi ialah jembatan pendudukan Jepang dan
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia.
Hampir juga kaki Umat Islam selesai melalui jembatan emas yang
terakhir ini, maka badai baru mendampar bahtera Umat Islam sehingga
keluar dari daerah Republik, terlepas dari tanggung jawab Pemerintah
Republik Indonesia.
Alhamdulillah, pasang dan surutnya air di gelombang samudra tidak
sedikitpun mempengaruhi niat suci yang terkandung dalam kalbu Muslimin
yang sejati. Di dalam keadaan yang demikian itu, Umat Islam bangkit dan
bergerak mengangkat senjata, melanjutkan Revolusi Indonesia, menghadapi
musuh, yang senantiasa hanya ingin menjajah belaka.
Dalam masa Revolusi yang kedua ini, yang karena sifat dan coraknya
merupakan revolusi Islam, keluar dan kedalam, maka Umat Islam tidak lupa
pula kepada wajibnya membangun dan menggalang suatu Negara Islam
yang Merdeka, suatu Kerajaan Allah yang dilahirkan di atas dunia, ialah
syarat dan tempat untuk mencapai keselamatan tiap-tiap manusia dan
seluruh Umat Islam, di lahir maupun bathin, di dunia hingga di akhirat kelak.
Kiranya dengan tolong dan karunia Ilahi, Qanun Asasy yang sementara
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
30
ini menjadi pedoman kita, melalui, melalui bakti suci kepada ‘Azza wa
Djalla, dapatlah mewujudkan amal perbuatan yang nyata, daripada tiap-tiap
warga negara di daerah-daerah dimana mulia dilaksanakan hukum-hukum
Islam, ialah Hukum Allah dan Sunnah Nabi.
Mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya serta
tolong dan karunia-Nya atas seluruh negara dan Umat Islam
Indonesia sehingga terjaminlah keselamatan umat dan negara dari pada
tiap-tiap bencana yang manapun juga. Amin.
“Lau anna ahlal qura amanu wattaqau lafatahna ‘alaihim barakatin min assama’I
wal-ardli”.
BAB I
Negara , Hukum dan Kekuasaan
Pasal 1
1. Negara Islam Indonesia adalah negara karunia Allah Subhanahu wa
Ta’ala kepada bangsa Indonesia.
2. Sifat negara itu jumhuryah ( republik ) dengan sistem pemerintahan
federal.
3. Negara menjamin berlakunya syari’at Islam di dalam kalangan kaum
Muslimin.
4. Negara memberi keleluasaan kepada pemeluk agama lainnya, di dalam
melakukan ibadahnya.
Pasal 2
1. Dasar dan hukum yang berlaku di Negara Islam Indonesia adalah Islam.
2. Hukum yang tertinggi adalah Al-Qur’an dan hadis sahih.
Pasal 3
1. Kekuasaan yang tertinggi membuat hukum, dalam negara Islam
Indonesia. Ialah Majelis Syuro ( parlemen )
2. Jika kkeadaan memaksa, hak Majelis Syuro boleh beralih kepada Imam
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
31
dan Dewan Imamah.
BAB II
Majelis Syuro
Pasal 4
1. Majelis Syuro terdiri atas wakil-wakil rakyat, ditambah dengan utusan
golongan-golongan menurut aturan yang ditetapkan dengan undang-undang.
2. Majelis Syuro bersidang sedikitnya sekali dalam satu tahun.
3. Sidang Majelis Syuro dianggap sah jika 2/3 dari pada jumlah anggota
hadir.
4. Jika forum ( ketentuan ) yang tersebut di atas ( Bab II pasal 4 ayat 3 ) tidak
mencukupi, maka sidang Majelis Syuro yang berikutnya harus diadakan
selambat-lambatnya 14 hari kemudian daripada sidang tersebut, dan jika
sidang Majelis Syuro yang kedua inipun tidak mencukupi forum di atas ( Bab
II pasal 4 ayat 3 ), maka selambat-lambatnya 14 hari kemudian daripadanya
harus diadakan lagi sidang Majelis Syuro ketiga yang dianggap sah, dengan
tidak mengingati jumlah anggota yang hadir.
Pasal 5
Majelis Syuro menetapkan Qanun Asasy dan garis-garis besar haluan
negara.
BAB III
Dewan Syuro
Pasal 6
1. Susuna Dewan Ssyuro ditetapkan dengan undang-undang.
2. Dewan Syuro bersidang sedikitnya sekali dalam 3 bulan.
3. Dewan Syuro itu adlah Badan Pekerja daripada Majelis Syuro dan
mempunyai tugas kewajiban
a. Menjelaskan segla keputusan-keputusan Majelis Syuro.
b. Melakukan segala sesuatu sebagai wakil Majelis Syuro
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
32
menghadapi pemerintahan,
selainnya yang berkenaan dengan prinsip.
Pasal 7
Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Syuro.
Pasal 8
1. Anggota Dewan Syuro berhak memajukan rencana undang-undang.
2. Jika sesuatu rencana undang-undang tidak mendapat persetujuan dewan
syuro, maka rencana tidak boleh dimajukan lagi dalam sidang Dewan Syuro
itu.
3. Jika rencana itu meskipun disetujui oleh Dewan Syuro tidak disahkan oleh
Imam, maka rencana tadi tak boleh dimajukan lagi dalam sidang Dewan
Syuro masa itu.
Pasal 9
1. Dalam hal ikhwal kepentingan yang memaksa, Imam berhak menetapkan
peraturan-peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang.
2. Peraturan-peraturaan itu harus mendapatkan persetujuan Dewan Syuro
dalam sidang yang berikut.
3. Jika tidak mendapat persetujuan maka peraturan pemerintah itu harus
dicabut.
BAB IV
Kekuasaan Pemerintah Negara
Pasal 10
Imam Negara Islam Indonesia memegang kekuasaan pemerintah menurut
Qanun Asasi, sepanjang Hukum Islam.
Pasal 11
1. Imam memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan
persetujuan Majelis Syuro.
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
33
2. Imam menetapkan peraturan pemerintah, setelah berunding dengan
Dewan Imamah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya.
Pasal 12
1. Imam Negara Islam Indonesia ialah orang Indonesia asli yang beragama
Islam dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
2. Imam dipilih oleh Majelis Syuro dengan suara paling sedikit 2/3 daripada
seluruh anggota.
3. Jika hingga dua kali berturut –turut dilakukan pemilihan itu, dengan tidak
mencukupi ketentuan di atas (Bab IV, pasal 12, ayat 2), maka keputusan
diambil menurut suara yang terbanyak dalam pemilihan yang ketiganya.
Pasal 13
1. Imam melakukan kewajibannya, selama :
a. Mencukupi bai’atnya.
b. Tiada hal-hal yang memaksa, sepanjang Hukum Islam.
2. Jika karena sesuatu, Imam berhalangan melakukan kewajibannya, maka
Imam menunjuk salah seorang Dewan Imamah sebagai wakilnya sementara.
3. Di dalam hal-hal yang amat memaksa, maka Dewan Imamah harus
selekas mungkin mengadakan sidang untuk memutuskan wakil Imam
sementara, daripada anggota-anggota Dewan Imamah.
Pasal 14
Sebelum melakukan wajibnya, Imam menyatakan bai’at di hadapan Majelis
Syuro sebagai berikut :
“BismillahirRahmaanirRahiim,
Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah.
Wallahi (Demi Allah), saya menyatakan bai’at saya, sebagai Imam Negara
Islam Indonesia, dihadapan sidang majelis Syuro ini, dengan ikhlas dan suci
hati dan tidak karena sesuatu di luar kepentingan agama dan negara. Saya
sanggup berusaha melakukan kewajiban saya sebagai Imam
Negara Indonesia, dengan sebaik-baiknya dan sesempurna-sesempurnanya
sepanjang ajaran Agama Islam bagi kepentingan agam dan Negara.”
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
34
Pasal 15
Imam memegang kekuasaan yang tertinggi atas seluruh Angkatan Perang
Negara Islam Indonesia.
Pasal 16
Imam dengan persetujuan Majelis Syuromenyatak perang, membuat
perdamaian/perjanjian dengan negara lain.
Pasal 17
Imam menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibat bahaya,
ditetapkan sebagai undang-undang.
Pasal 18
1. Imam mengangkat duta dan konsul.
2. Menerima duta negara lain.
Pasal 19
Imam memberi amnesti, abolisi, grasi dan rehabilitasi.
Pasal 20
Imam memberi gelar, tanda jasa dan lain-lainnya tanda kehormatan.
Bab V
Dewan Fatwa
Pasal 21
1. Dewan Fatwa terdiri dari seorang Mufti besar dan beberapa Mufti lainnya,
sebanyak-banyaknya 7 orang.
2. Dewan ini berkewajiban memberikan jawab atas pertanyaan Imam dan
berhak mewujudkan usul kepada pemerintah.
Angkatan dan pemberhentian anggota-anggota itu dilakukan oleh Imam.
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
35
Bab VI
Dewan Imamah
Pasal 22
1. Dewan Imamah terdiri dari Imam dan Kepala Majelis.
2. Angota-angota Dewan diangkat dan diberhentikan oleh Imam.
3. Tiap-tiap anggota Dewan Imamah bertanggung jawab atas kebaikan
berlakunya pekerjaan Majelis yang diserahkan kepadanya.
4. Dewan Imamah bertanggung jawab kepada Imam dan Majelis Syuro atas
kewajiban yang serahkan kepadanya.
Bab VII
Pembagian Daerah
Pasal 23
Pembagian daerah dalam Negara Islam Indonesia ditentukan menurut
undang-undang.
Bab VIII
Keuangan
Pasal 24
1. Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan
undang-undang. Apabila Dewan Syuro tidak menyetujui anggaran yang
diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu.
2. Pajak dilenyapkan dan diganti dengan infaq. Segala infaq untuk
kepentingan negara berdasarkan undang-undang.
3. Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.
4. Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang.
5. Untuk meriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu
Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undangundang.
Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Syuro.
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
36
Bab IX
Kehakiman
Pasal 25
1. Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan
Kehakiman menurut undang-undang.
2. Susunan dan kekuasaan Badan Kehakiman itu diatur dengan undangundang.
Pasal 26
Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diperhatikan sebagai Hakim
ditetapkan dengan Undang-undang.
Bab X
Warga Negara
Pasal 27
1. Yang menjadi warga negara adalah orang Indonesia asli dan orang-orang
bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
2. Syarat-syarat yang mengenai warga negara ditetapkan dengan undangundang.
Pasal 28
1. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya.
2. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak bagi kemanusiaan.
3. Jabatan-jabatan dan kedudukan yang penting dan bertanggung jawab di
dalam pemerintahan, baik sipil maupun militer, hanya diberikan kepada
Muslim.
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
37
Pasal 29
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, melahirkan pikiran dengan lisan
dan tulisan dan sebagainya, ditetapkan dengan undang-undang.
BAB XI
Pertahanan Negara
Pasal 30
1. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pembelaan negara.
2. Tiap-tiap warga negara yang beragama Islam wajib ikut serta dalam
pertahanan negara.
3. Syarat-syarat tentang pembelaan negara diatur dengan undang-undang.
Bab XII
Pendidikan
Pasal 31
1. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib mendapat pengajaran.
2. Pemerintah mengusahakan dan menyelengaran satu sistem pengajaran
Islam yang diatur dengan undang-undang.
Bab XIII
Ekonomi
Pasal 32
1. Perikehidupan dan penghidupan rakyat diatur dengan dasar tolongmenolong.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, dan yang menguasai
hajat orang banyak, dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Mahatma Hadhi, Rizky Argama, Shinta Rishanty, Taufik Hidayat
Mei 2005
38
Bab XIV
Bendera dan Bahasa
Pasal 33
Bendera Negara Islam Indonesia ialah “Merah putih berbulan bintang.
Bahasa negara islam ialah “Bahasa Indonesia”
Bab XV
Perubahan Qanun Asasy
Pasal 34
1. Untuk merubah Qanun Asasy harus sekurang-kurangnya 2/3 dari pada
jumlah anggota majelis Syuro hadir.
2. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kuranya setengah dari
pada jumlah seluruh anggota Majelis Syuro.