Korupsi PSSI Era Nurdin Halid


Jakarta - PSSI telah melakukan audit keuangan dengan menggunakan jasa auditor independen Deloitte. Hasilnya, kondisi keuangan otoritas sepakbola nasional itu dinyatakan tak memuaskan dan ditemukan beberapa kejanggalan.

"Hasilnya adalah empat nilai. Unsastifactory," seru Bendahara Umum PSSI, Zulkifli Nurdin, dalam konferensi pers yang dilangsungkan di Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Ditambahkan Zulkifli, pergantian kepengurusan di PSSI beberapa bulan lalu tidak disertai dengan serah terima jabatan. Alhasil dia mengeluhkan berantakannya sistem audit di kepengurusan lama PSSI, yang membuat banyak kejanggalan terjadi terutama dalam hal keuangan.

"Tidak ada serah terima (dari pengurus lama ke pengurus baru) jadi hal seperti ini yang membuat beda penafsiran. Aset akan saya inventaris dulu karena tidak ada proses serah terima. Tidak ada data-data keuangan," ungkap Zulkifli kepada wartawan.

"Saya harus cari sendiri, bongkar data-datanya. Saya sudah laporkan masalah ini ke Sekjen dan kita (PSSI) perlu lakukan audit menyeluruh karena tidak dapat info menyeluruh, baik masalah keuangan maupun manajemen audit," lanjut dia.

Audit juga dilakukan PSSI terhadap badan yang ada di bawah organisasi tersebut yakni PT. Liga Indonesia dan Badan Liga Indonesia. Sebagai langkah awal PSSI mengaku telah menyurati Djoko Driyono untuk bisa melakukan audit, namun hingga kini audit tersebut masih belum bisa dilakukan.

"Pada bulan Agustus kami meminta kepada BLI dan PT LI, karena catatan PSSI dan sisminbakum menyatakan kepemilikan PT LI dibawah BLI, 99 % milik pssi dan satu persen punya yayasan."

"Namun saat itu Bapak Andi Darussalam yang menjawab, isinya dibilang kalau saat ini BLI sedang dalam proses tahap akhir. Jawaban kedua, pengurus BLI bilang akan menyerahkan hasil kepada PSSI periode 2007-2011. Ini membuat permohonan audit dengan menunjuk Deloitte tidak bisa. Lucu, pemegang saham (PSSI) mau melihat tapi tidak bisa," papar Zulkifli.

PSSI juga telah melakukan proses audit dan konfirmasi dengan auditor yang mengaudit PT. Liga Indonesia. Ada temuan mengejutkan dari hasil audit tersebut: catatan BLI menyebut kalau PSSI punya utang Rp 50,1 miliar per 31 agustus 2011. Sedangkan Laporan yg dibuat akunting PSSI utang PSSI pada BLI hanya Rp 682.500.000.

''Bedanya signifikan. Itu jg tdk bisa bayangkan gimana cara mencatatnya. Akan kami lakukan audit, setelah audit bisa tahu, rasa khawatir seolah-olah image PSSI semrawut."

''Langkah yang sudah ditempuh saat ini yaitu surat kuasa untuk pembekuan PT. Liga Indonesia. Bisa saja melapor ke KPK, namun saya tidak punya wewenang untuk menjawabnya," tuntas Zulkifli menyoal langkah selanjutnya yang akan ditempuh PSSI.

Sumber :http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/11/24/230428/1775211/76/kejanggalan-dalam-audit-keuangan-pssi
Reaksi:

0 komentar: