Penyebab Konflik PSSI ?

Postingan ini hasil copas dari kaskus (tentu izin dulu ya gan)
......
......
Lightbulb [7 Des 2011 pk 22.30] Apakah Bakrie Dalang Kisruh PSSI Sebenarnya?

Salam sejahtera untuk agan-agan sekalian. Setelah mengamati semua peristiwa yang terjadi dalam kurun 1 tahun terakhir, sampailah ane pada sebuah kecurigaan, yaitu: Aburizal Bakrie adalah dalang dari carut-marut PSSI dan sepakbola Indonesia.

Kok bisa? Baiklah akan ane beberkan satu per satu. Tolong baca trit ini seutuhnya, jangan sepotong-sepotong.

Sebenarnya peperangan yang terjadi sekarang ini adalah antara kubu Panigoro dan kubu Bakrie. Kubu Panigoro yang dulu menggagas LPI kini menguasai PSSI. Sebaliknya kubu Bakrie yang dulu menguasai PSSI kini menggelar liga tandingan melalui PT LI.

Untuk mulai memahami kasus ini, ayo kita kembali dulu pada bulan Desember 2010, dimana perhelatan AFF Cup sedang dilangsungkan di Jakarta.

Agan sadar perhelatan AFF Cup 2010 kemarin terasa ada yang beda?? Ya, ada yang beda dengan munculnya berbagai spanduk dukungan terhadap Nurdin Halid. Hal ini dinilai aneh karena pada perhelatan turnamen serupa pada 2008 di Jakarta tidak ditemukan adanya spanduk-spanduk tersebut. Pun demikian dengan Piala Asia 2007 di Jakarta.

Tahu kenapa? Jawabannya adalah dengan semakin dekatnya Kongres PSSI pada 21-23 Januari 2011. Disana akan dipilih ketua PSSI periode berikutnya.


Quote:
Politik PencitraanTerselubung PSSI?

Mendapat sorotan negatif dari berbagai pihak membuat PSSI melakukan segala cara untuk memoles citra. Dalam beberapa kesempatan, mereka memasang spanduk di tribune Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Salah satunya di ajang AFF Cup 2010. Di laga perdana Indonesia melawan Laos, dua spanduk besar terpampang di salah satu sudut stadion. Spanduk itu bertuliskan, ’’Nurdin Halid, Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang’’. Tapi, spanduk itu langsung dirobek-robek suporter yang ada di tribune. Bukan sekali ini PSSI memasang spanduk bernada dukungan pada kepengurusan federasi sepak bola Indonesia di bawah kendali Nurdin ini.

...

Dengan demikian, wajar jika AFF Cup 2010 menjadi momen PSSI mencuci citra dengan keinginan menghadirkan gelar. Apalagi, tahun depan adalah jatuh tempo penyelenggaraan kongres empat tahunan yang agendanya memilih ketua umum dan pengurus baru PSSI. Namun, anggota Exco PSSI Subardi mengatakan, tata waktu kongres empat tahunan belum diputuskan. ’’Kami belum tahu agenda pemilihan pengurus baru akan ditetapkan kapan, tapi yang jelas pada 2011.

...

Kabarnya PSSI menggelar kongres empat tahunan pada 21–23 Januari 2011 di Bali. Padahal, seharusnya agenda tersebut digelar pada 19–21 Desember ini.

...

http://www.seputar-indonesia.com/edi...t/view/367987/ )
Hal ini pun semakin tampak dari isi spanduk yang bermunculan.






Saking ngototnya pencitraan, Nurdin Halid bahkan rela mengeluarkan dana untuk membayar 600 preman guna mengawal spanduk-spanduk tersebut, seperti yang tampak pada pertandingan Indonesia vs Laos. Selain menghalangi para penonton mencabut spanduk dukungan Nurdin Halid, orang sewaan ini juga memaksa mencabut spanduk hujatan pada Nurdin Halid.


Quote:
Ada Suporter Bayaran di GBK

Jakarta - Mereka yang datang ke SUGBK, Sabtu (4/12/2010), bukan cuma fans yang ingin menonton penampilan Indonesia. Ada juga sebagian orang yang menjadi 'suporter bayaran'.

Kehadiran suporter bayaran ini tercium saat mereka bergerombol di depan Kantor PSSI yang terletak di pintu X SUGBK. Sejak sore sekitar pukul 16.45 WIB, kehadiran mereka cukup mencolok di sana.

Ciri-ciri suporter bayaran tersebut adalah dari pakaian mereka yang kompak, yakni kaos merah berlengah hitam. Di bagian punggung, tertulis kata Indonesia atau Indonesia Satu. Di lengan kiri, tersemat pita kecil berwarna kuning.

Saat didekati detikSport, salah seorang anggota kelompok itu mengakui bahwa ia adalah suporter bayaran.

"Iya mas, saya dari (dia menyebut salah satu organisasi pemuda--red). Saya di sini mengamankan PSSI," kata seorang lelaki muda yang diperkirakan berusia awal 20-an tahun.

Selain tampak dari baju mereka yang seragam, kelompok yang diisi oleh seumlah pria berwajah sangar ini juga terlihat terorganisasi. Menjelang Maghrib, salah satu dari mereka membagikan nasi bungkus dan air mineral dalam botol kepada rekan-rekannya.

Fakta suporter bayaran ini diperkuat oleh pengakuan dari salah seorang penyedia kaos untuk mereka. Menurut pria yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya itu, ia mendapat pesanan kaos dalam jumlah lumayan besar dari PSSI.

"Iya mas, saya yang menyuplai kaos buat mereka. PSSI pesan 600 kaos setelah pertandingan melawan Malaysia," ungkap pria itu.

Pada saat pertandingan Indonesia berlangsung, anggota dari kelompok itu menyebar ke berbagai tribun. Di dekat tribun untuk pers, setidaknya tampak 1-2 dua pria berseragam merah berlengan hitam itu.

Zen Rachmat, salah seorang penonton yang menyaksikan pertandingan dari tribun di belakang gawang selatan, mengaku sempat bergesekan dengan anggota kelompok suporter bayaran itu saat akan menggelar sebuah spanduk berisi kecaman terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

"Yang berkaos merah dengan lengan hitam jumlahnya banyak. Saya dicegat (saat akan memasang spanduk). Suasananya panas," katanya kepada detikSport.

http://www.detiksport.com/sepakbola/...bayaran-di-gbk )

Quote:
'Perang Spanduk' di GBK

...

Perang spanduk terjadi saat Indonesia menjalani laga keduanya menghadapi Laos. Kali ini giliran para suporter yang melancarkan aksi serangan kepada sang ketua umum.

Sekitar 10-15 menit jelang laga itu berakhir, para suporter di tribun belakang gawang selatan mementangkan spanduk berukuran besar bertuliskan "Lindungi Indonesia Dari Godaan Nurdin Yang Terkutuk".

...

Namun spanduk tentangan terhadap kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI tersebut tak bertahan lama terpampang di sana. Beberapa orang yang diduga pro Nurdin Halid menurunkan paksa spanduk tersebut.

... ( mrp / din )

http://www.detiksport.com/sepakbola/...spanduk-di-gbk )

Quote:
Oke, sekarang ketemu Dugaan 1: Nurdin Halid berusaha mati-matian mempertahankan posisi ketua PSSI sampai pada awal 2011


Last edited by shong_roga; Yesterday at 04:43 AM..
shong_roga is offline Add to shong_roga's Reputation Report Post Report Post     Multi-Quote This Message QUOTE
Old 04-12-2011, 10:07 AM   #2
kaskuser

shong_roga's Avatar

UserID: 1054223
Join Date: Aug 2009
Posts: 366
shong_roga  akan menjadi terkenal
Kemudian, beberapa hari menjelang final AFF Cup 2010, Nurdin Halid berbicara pada suatu pertemuan partai Golkar di Sulawesi, bahwa keberhasilan PSSI adalah berkat DIA dan Partai Golkar.


Quote:
Nurdin: Sukses Timnas Karena Saya & Golkar


Pernyataan kontroversial Nurdin ini disampaikan di hadapan kader Golkar di Palu. Ketua umum PSSI Nurdin Halid memberikan pernyataan kontroversial ketika menghadiri pendeklarasian calon gubernur Sulteng dan wakilnya di Gedung Olahraga Siranindi, Palu, hari ini.

Dalam kata sambutannya, Nurdin menyatakan, sukses timnas senior di Piala AFF 2010 lalu merupakan hasil karya Partai Golkar yang dipersembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Partai Golkar adalah partai karya, sehingga setiap kader Golkar harus memberi kontribusi terbaik bagi tanah air di manapun mereka berada, termasuk saya sebagai kader Golkar berbuat untuk PSSI,” ujar Nurdin dilansir Tempo Interaktif.

“Banyak cercaan yang dialamatkan kepada saya terkait kepemimpinan di PSSI. Namun mereka mengelu-elukan timnas saat berlaga di lapangan. Padahal keberhasilan timnas tersebut tak lepas dari kepemimpinan saya di PSSI.”

Pernyataan Nurdin yang menjabat sebagai Kordinator DPP Golkar Wilayah Sulawesi ini bertolak belakang dengan imbauannya sebelum Piala AFF 2010 lalu digulirkan. Saat itu, Nurdin meminta agar sepakbola tidak dipolitisasi, karena merupakan milik seluruh bangsa Indonesia.

http://www.goal.com/id-ID/news/1387/...na-saya-golkar )
Bahkan beberapa saat menjelang pertandingan, Nurdin Halid membawa seluruh punggawa timnas untuk sowan ke rumah Aburizal Bakrie, dan dengan tegas disana dia lagi-2 menyatakan terima kasihnya secara terbuka kepada Ical di depan awak media bahwa Ical-lah yang sangat berjasa kepada PSSI.





Quote:
Wow.., Bakrie Kucurkan Bonus dan Hibah Tanah 25 Hektar

Jajaran pengurus PSSI dan Timnas Indonesia sowan ke rumah Aburizal Bakrie. Bonus Rp 2,5 miliar masuk final dan Rp 3 miliar plus tanah 25 hektar bakal diberikan. Dalam kata sambutannya, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan keluarga Bakrie selama ini. "Kedatangan kami semata-mata hanya untuk mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang diberikan keluarga Bakrie."

"Banyak ajang baik nasional maupun internasional selama saya menjabat ketua selama tujuh tahun ini disokong bantuan dari keluarga Bakrie," ujar Nurdin di rumah Aburizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Senin (20/12).

"Semalam bonus telah kami berikan. Uang sebesar Rp 2,5 miliar itu berasal dari Bakrie sebagai penghargaan kerja keras pemain timnas masuk final Piala AFF 2010. Nanti kalau juara akan diberikan lagi Rp 3 miliar," tambah Nurdin.

Selama ini, kata Nurdin, keluarga Bakrie banyak membantu cabang olah raga, khususnya sepak bola. Bantuan yang diberikan tentunya untuk memajukan sepak bola Indonesia. Selain uang, keluarga Bakrie juga menghibahkan tanah seluas 25 hektar di Jonggol, Jawa Barat.

Tanah tersebut nantinya akan dibangun pusat pelatihan timnas Indonesia. Sementara itu, Aburizal Bakrie mengatakan, "Sebenarnya saya enggan memberitahukan bantuan ini. Namun, karena desakan PSSI, ya ok. Bukan saya sebenarnya yang paling memerhatikan sepak bola, namun Nirwan Bakrie."

"Dia pernah bilang sama saya, apapun yang terjadi di Bakrie yang penting sepak bola kita maju. Saya bangga itu. Nasionalisme harus tetap ada dan sepak bola mewujudkan itu. Luar biasa dukungan penonton, itu gambaran bahwa rasa nasionalisme belum hilang di masyarakat," tambahnya.

"Saya iri dengan Okto yang punya lari cepat. Saya bangga dengan Gonzales dengan umurnya yang cukup tua untuk ukuran pemain sepak bola, namun masih mampu mencetak angka. Pun dengan M. Nasuha, yang punya semangat tinggi, lari dari bawah ke atas lalu balik lagi ke bawah. Semoga prestasi ini bisa terjaga," tutur Aburizal.

"Perjuangan belum berakhir. Masih ada babak final. Kami semua berdoa, bahkan jutaan orang di Indonesia berdoa dan mendukung agar Indonesia bisa menjadi juara," pungkas Pemimpin Umum Partai Golkar itu.

http://www.bolanews.com/mobile/liga/...ah-Hektar.html )
Lebih gila lagi, spanduk Bakrie pun turut bermunculan

Quote:
Politisasi Timnas di Bukit Jalil


Jakarta - Politisasi timnas Indonesia tak hanya terjadi di dalam negeri saja. Namun ketika tim 'Garuda' melakoni pertandingan final pertama di Bukit Jalil pun politisasi itu masih terus berlanjut.

Keberhasilan skuad 'Merah Putih' melewati babak semifinal Piala AFF 2010 lantas mengundang reaksi dari para politisi. Firman Utina dkk. dibuat sibuk oleh mereka dengan kegiatan kurang penting di luar urusan sepakbola.

Para politisi tampak seperti mengambil keuntungan dari momen ini; mencari popularitas dengan cara dan kadar yang berbeda-beda. Ada yang mengajak sarapan bersama, memberikan bantuan, hingga mengundang doa bersama.

Politisasi pun terus berjalan ketika skuad Indonesia bertarung di Bukit Jalil. Sejumlah spanduk besar bergambar beberapa tokoh politik terpasang di salah satu sudut stadion.

Di antara beberapa spanduk yang dipasang, tampak empat spanduk bergambar tokoh politik populer. Yakni Presiden SBY, Ketum PSSI sekaligus kader Golkar Nurdin Halid dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.

Spanduk-spanduk tersebut di buat dengan besar yang sama. Dengan latar warna yang berbeda dan diberi lambang Garuda Pancasila. Bahkan spanduk Hatta sampai jelas memasang lambang partainya menjadi background.

"Kenapa harus ada spanduk seperti itu? Sangat tidak pantas. Kami mau sebagai Warga Negara Indonesia,"ujar Syafruddin, salah seorang suporter Indonesia.

Kini, hasil dari "ulah" mereka telah berbuah. Konsentrasi timnas pun buyar dan akhirnya 'Merah Putih' pun tersungkur secara memalukan di Bukit Jalil dengan menyerah tiga gol tanpa balas.

Meski demikian, peluang juara masih belum sepenuhnya tertutup. Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan sampai final kedua di Stadion GBK, 29 Desember.

Namun untuk mewujudkannya tidaklah mudah. Bukan hanya wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol, tapi juga menjauhkan timnas dari hal-hal yang tak ada kaitannya dengan sepakbola, termasuk politik.

http://www.detiksport.com/sepakbola/...di-bukit-jalil )
Belum habis rasa heran, ternyata Nurdin ini lebih nurut Bakrie ketimbang Presiden Yudhoyono. Presiden menghimbau jangan menaikkan harga tiket AFF tidak digubris, begitu Bakrie ngomong.....................

Quote:
Wah, Ical yang Perintahkan Nurdin Halid untuk Turunkan Harga Tiket Final AFF

JAKARTA, RIMANEWS- Wah, Ternyata Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang berperan besar di balik penurunan harga tiket final piala AFF 29 Desember mendatang di Indonesia. Mendapat perintah dari Ical, mendadak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menurunkan harga tiket, walaupun tidak secara keseluruhan.

"Barusan saya dapat telepon ketum DPP PG Aburizal Bakrie. Ketum memerintahkan Ketum PSSI yang juga kader Golkar, Nurdin Halid agar jangan menaikkan harga tiket final," kata Sekjen PG Idrus Marhan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/12).

http://www.rimanews.com/read/2010122...iket-final-aff
Kalau dirunut lagi, ternyata Nurdin Halid ini adalah kader Partai Golkar, yang bahkan pernah menjabat sebagai anggota DPR periode … .

Quote:
Nurdin Halid


Nurdin Halid (lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, Indonesia, 17 November 1958; umur 53 tahun) adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia adalah Ketua Umum PSSIperiode 2003-2011 dan pernah menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar pada tahun1999—2004.

http://id.wikipedia.org/wiki/Nurdin_Halid )
Quote:
Dugaan 2 : Nurdin Halid terbukti mengaitkan PSSI dengan Golkar, bahkan tidak segan mengagungkan Aburizal Bakrie sebagai pahlawan di depan media.


Last edited by shong_roga; 07-12-2011 at 11:03 AM..
shong_roga is offline Add to shong_roga's Reputation Report Post Report Post     Multi-Quote This Message QUOTE
Old 04-12-2011, 10:08 AM   #3
kaskuser

shong_roga's Avatar

UserID: 1054223
Join Date: Aug 2009
Posts: 366
shong_roga  akan menjadi terkenal
Beberapa waktu kemudian, seperti yang sudah diduga, akhirnya Bakrie muncul sebagai calon Presiden dari Partai Golkar. Hebat, tanpa melalui konsesi. Artinya sudah ada perencanaan dan pengondisian yang matang dalam internal Golkar, sehingga bisa secara bulat dan kompak mengajukan Bakrie. Fenomena ini dalam era demokrasi kekinian dirasakan sangat sulit terwujud, kecuali telah dilakukan upaya penyesuaian dengan berbagai cara.


Quote:
Ical Lolos Capres Golkar Tanpa Lewat Rapimnas


LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, mengaku, mekanisme konvensi untuk menentukan Capres (Calon Presiden) justru berpotensi money politik. Untuk itu, Partai Golkar tidak akan menempuh mekanisme itu.

“Capres dari Partai Golkar penjaringannya tidak melalui konvensi lagi,” katanya.

Selain karena alasan money politik, menurut Agung, mekanisme konvensi tidak menguntungkan bagi Partai Golkar. “Golkar pernah menggunakan konvensi, namun Capres hasil konvensi itu tidak menang dalam Pemilu. Penentuan Capres yang paling baik adalah survei, karena lebih mewakili pendapat publik,” tegasnya.

Namun, ketika disinggung LENSAINDONESIA.COM siapa Capres yang bakal diusung Golkar dalam Pemilu 2014, Agung menyebut inisial ARB. “Sebagian besar kader Golkar di daerah siap mengusung ARB,” ujarnya usai Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Jumat (28/10/2011).

Sementara, menurut Mahyudin, DPP Partai Golkar Bidang Organisasi dan Daerah, sangat menghormati dan merespon aspirasi 33 PD I Partai Golkar se Indonesia. “Memang Rapimnas ini tidak agendakan pembahasan Capres Partai Golkar. Tapi, dari daerah peserta Rapim sudah tidak sabaran tahun ini juga memunculkan Capres dari Partai Golkar,” jelasnya.

Menurutnya, Partai Golkar punya sistem tersendiri untuk mengusung Capres, yakni menampung semua aspirasi dari para kader dibawah. Selain itu, Rapimnas sudah mengeluarakn rekomendasi, yakni meminta kesediaan ARB (Aburizal Bakrie) menjadi calon presiden, perintahkan kesediaan seluruh jajaran Partai Golkar untuk kerja keras memfasilitasi Capres ARB dan penetapan ARB jadi Capres pada Rapimnas III 2012.

“Atau Rapimnassus paling lambat akan digelar pada Oktober 2012, tergantung dari waktu dan strategi Partai Golkar. Strategi Golkar alasannya apa dan sebabnya apa, itu ada hitungannya,” jelasnya. DOD/LI-10

http://www.lensaindonesia.com/2011/1...-rapimnas.html )
Proses pengondisian yang matang dan kompleks ini tentunya mustahil dilakukan dalam tempo semalam, seminggu, atau sebulan. Bahkan mungkin harus dipikirkan sejak 2 tahun sebelumnya. Artinya pada saat berlangsunya AFF Cup 2010, saat itu Bakrie sudah memiliki rencana untuk maju di 2014.

Mengamati pula apa yang telah dilakukan Nurdin Halid dengan mengaitkan PSSI dengan Golkar, sulit dipercaya bahwa itu semua adalah insiatifnya sendiri. Bahkan pada suatu momen, Bakrie berniat menyumbangkan tanah 25 hektar untuk PSSI. Kita semua pasti masih ingat idiom “There is no free lunch”. Tidak ada satu pun hal yang dilakukan seseorang tanpa motivasi tertentu di dalamnya. Lantas apa motivasi Bakrie yang bersedia mengeluarkan dana puluhan miliar itu? Bahkan lebih mendahulukan daripada hak korban Lapindo.


Quote:
Dugaan 3: Bakrie betul-betul maju sebagai calon presiden 2014. Dia diduga merencanakan ini lama sebelumnya. Termasuk pada saat kisruh “Nurdin Halid mundur” bulan Desember 2010, rencana Bakrie ini diduga kuat sudah terbentuk.


Last edited by shong_roga; 04-12-2011 at 10:33 AM..
shong_roga is offline Add to shong_roga's Reputation Report Post Report Post     Multi-Quote This Message QUOTE
Old 04-12-2011, 10:08 AM   #4
kaskuser

shong_roga's Avatar

UserID: 1054223
Join Date: Aug 2009
Posts: 366
shong_roga  akan menjadi terkenal
Aburizal Bakrie terindikasi berniat memanfaatkan PSSI sebagai alat untuk mencari suara pada 2014. Itulah sebabnya Nurdin begitu ngototnya mempertahankan kekuasaan. Mungkin itu semua dia lakukan demi Bakrie di 2014. Bakrie tahu sepakbola adalah lumbung suara yang sangat besar.




Selain sebagai lumbung suara, bukan tidak mungkin PSSI akan digunakan sebagai sapi perah untuk pendanaan pemilu. Hasil kongres di Bali menargetkan klub ISL lepas dari APBD pada 2014. Kenapa angkanya harus 2014? Ada apa ini?


Quote:
Hasil-Hasil Konggres PSSI di Bali

Apa saja Hasil-Hasil Kongres Tahunan PSSI di Bali? Berikut ini hasil-hasil konggres PSSI sebagaimana diberitakan oleh situs Liputan6.com, :

9. Menargetkan pada 2014 seluruh klub yang bertanding di ISL terbebas dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

http://www.seputarsepakbola.com/hasi...s-pssi-di-bali

Selanjutnya, mungkin Panigoro mulai mencium aroma politisasi PSSI oleh Bakrie menuju 2014. Oleh karena itu, Panigoro berupaya menyelamatkan PSSI agar tidak dimanfaatkan oleh nafsu Bakrie. Caranya adalah dengan menciptakan kompetisi dan klub yang professional serta bersih dari kepentingan politik. Bagaimana mungkin cita-cita itu bisa terwujud sementara Bakrie masih menguasai PSSI? Maka diambil-lah scenario merebut kepengurusan PSSI terlebih dahulu, baru kemudian membangun system yang lebih baik.

Ketika berhasil masuk ke dalam struktur, Panigoro cs mulai membangun system tersebut dari nol. Kuncinya adalah: Klub harus professional.

Kemudian PSSI menetapkan criteria sebuah klub dapat dikatakan professional.


Quote:
Inilah 5 Syarat Kompetisi dan Perankingan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kompetisi profesional PSSI hanya dapat diikuti klub-klub yang memenuhi lima aspek syarat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Klub-klub yang musim lalu berlaga di Indonesia Super, Divisi Utama, dan Liga Primer Indonesia akan mendapat peringkat sesuai kriteria AFC itu.

Lima kriteria AFC adalah aspek legal, finansial, infrastruktur, personel, dan sporting. Klub yang nilainya tinggi akan berada di atas dan seterusnya hingga klub paling bawah dengan nilai paling rendah. Jika jumlah klub yang lolos banyak, maka akan dibagi menjadi kasta tertinggi dan kasta nomor dua.

Direktur Kompetisi AFC Suzuki Tokuaki di Jakarta pada Rabu siang hingga malam mempresentasikan syarat-syarat sebagai klub profesional dan format kompetisi.

”Syarat penting yang harus dipenuhi adalah aspek legal, yaitu klub harus berbadan hukum dan laporan keuangan yang diaudit,” ujar Tokuaki.

http://bola.kompas.com/read/2011/08/...an.Perankingan )



PSSI Panigoro berupaya membangun tatanan kompetisi professional dari awal. Bukan warisan kompetisi penetek APBD tinggalan zaman Nurdin-Bakrie. Disinyalir PSSI Nurdin memanipulasi laporan kepada AFC sehingga menilai ISL adalah kompetisi terbaik di asia tenggara. Setelah Nurdin lengser, mungkin AFC mendapatkan laporan yang sebenarnya, yang ternyata skor kita jauh tertinggal dari Thailand. Ketahuan deh boroknya warisan lama. Sehingga tidak ada pilihan lain, sistem lama harus dirombak.


Sampai disini sebenarnya clear, kalau klub-2 ISL musim lalu mampu memenuhi persyaratan, tentu tidak akan menjadi masalah. Atau ada tim divisi utama musim lalu yang justru mampu memenuhi persyaratan, tentu juga dipersilahkan. Intinya tidak ada promosi gratis, yang ada adalah klub manapun boleh tampil asal lolos verifikasi sebagai peserta kompetisi professional kelas 1 atau kelas 2.

Akibatnya cukup jelas, klub-2 lama kelimpungan mencari pendanaan non APBD. Mereka terancam tidak bisa berlaga di kompetisi professional. Nah, celah ini yang kemudian dimanfaatkan oleh Bakrie. Dengan kemampuan finansialnya, Bakrie bersedia mendanai beberapa klub ISL dan divisi utama musim lalu. Tapi tidak untuk mengikuti kompetisi resmi PSSI, melainkan untuk menggelar ISL musim ini. Tujuannya jelas, menggoyahkan kubu PSSI sekarang yang dihuni kubu Panigoro. Mungkin mereka menargetkan tahun 2012 harus diselenggarakan Kongres Luar Biasa untuk menurunkan PSSI Panigoro, dan mengembalikan mereka ke pucuk kepemimpinan PSSI. Sehingga PSSI bisa dipakai untuk mobilisasi suara Bakrie 2014.

Sebenarnya klub tidak perlu merengek pada Bakrie. Karena konsorsium menawarkan pinjaman dana. Statusnya pinjaman bukan hibah, yang harus dikembalikan ketika klub sudah mampu mandiri. Tapi entah mengapa pengurus-2 klub lebih memilih Bakrie.

Quote:
Mari lebih mengenal K-13

1. Sriwijaya FC.
CEO PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) H Dodi Reza Alex merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Golkarr.

2. Persela
Ketua Umum Persela Fadeli Hasan merupakan Bupati Lamongan hasil pilkada 2010. Fadeli Hasan diusung oleh partai Golkar dalam pilkada tersebut.

3. PSPS
Ketua Umum PSPS Pekanbaru Herman Abdullah merupakan ketua Kosgoro Riau. Kosgoro adalah organisasi underbow Golkar.

4. Mitra Kukar
CEO Mitra Kukar Endri Erawan merupakan mantan bendaharawan Golkar.

5. Persipura
Ketua Umum Persipura 2010-2014 Benhur Tommy Mano merupakan Walikota Jayapura berasal dari Golkar.

6. Persidafon
Ketau Umum Persidafon Habel Melkias Suwae merupakan calon gubernur Papua persiode 2011-2016 dari Golkar.

7. Pelita Jaya
Udah ketahuan nih klub milik Bakrie.

8. PS Deltras
Ketua Umum Mafiron merupak eks. Exco era Nurdin Halid, kabarnya Mafiron mengambila alih Deltras dengan sokongan keluarga Bakrie. (sumber: Sindo)

9. Persebaya (WisnuWardhana)
Persebaya ini lah yang di dukung oleh La Nyalla. La Nyalla merupakan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim. Sebelum mendirikan Patriot Pancasila, Pemuda Pancasila memberikan aspirasi pada Golkar.

10. Persiba
Ketua Persiba Balikpapan Syahril HM Taher merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila Balikpapan.

11. Persija
Ketua Persija Fery Paulus adalah mantan Exco era NH

- tambahan dari agan sniper277
12. PSMS
Rahudman adalah walikota Medan yang didukung Golkar, sekaligus ketum PSMS ISL dan sekarang PSMS disponsori group Bakrie.

13. Arema
Rendra Kresna ketum Arema ISL kader Golkar, sekarang Arema ISL disponsori oleh group Bakrie.

-tambahan dari agan shefarischenko
14. Gresik United
Ketua Gresik United adalah bupati Gresik H.M Sambari, usungan dari Golkar

http://kompasiana.com/post/bola/2011...genal-k-13-12/
Upaya menggembosi IPL pun sangat kentara kalau kita mengamati TV One dan ANTV. Kedua stasiun televisi milik Bakrie itu kini jauh lebih getol menyiarkan dan memberitakan segala hal mengenai ISL 2011/2012. Bahkan condong memuja-muja ISL sebagai kompetisi terbaik di tanah air. Sebaliknya, PSSI kerap sekali disudutkan oleh tuduhan-tuduhan La Nyalla Mattaliti, dkk. Perhatikan TV One dan ANTV dengan cermat. Sungguh tendensius dan tidak netral kedua televisi ini.

Quote:
Aburizal Bakrie

PT Visi Media Asia (VIVA) President Commissioner (2011 - sekarang) President Director & CEO (2008 – 2011).

PT Lativi Media Karya (tvOne) President Commissioner & Chairman (2007 – sekarang).

PT Cakrawala Andalas Televisi (antv) President Commissioner (2009 - sekarang) President Director & CEO (2002 – 2009)

http://kompasiana.com/post/bola/2011...genal-k-13-12/
Bakrie berusaha menggiring opini public bahwa kompetisi sebenarnya dan yang didukung masyarakat adalah ISL. Kemudian perlahan tapi pasti, akan kembali menyudutkan PSSI sebagai lembaga yang kehilangan kredibilitas. Sehingga mempermulus jalan menuju Kongres Luar Biasa.

Quote:
Setelah turnamen ISL dengan 18 klub bergulir, disusul turnamen Divisi Utama dengan asumsi 30 klub juga bergulir, saat itulah grand skenario dari kelompok ini dijalankan, yaitu menggelar KLB dan menggulingkan pengurus PSSI yang sah saat ini. Klub-klub yang sudah terjebak di turnamen berada dalam pengaruh mereka dan akan dimobilisasi sebagai mesin suara didalam KLB.

http://www.beritajatim.com/detailnew..._Lacurkan_Diri
Quote:
La Nyalla Mattaliti mendesak KLB untuk melengserkan Djohar

Lensa olahraga ANTV, 06-12-2011, memberitakan tuntutan La Nyalla bahwa klub-2 sudah tidak percaya pada PSSI, dan satu-satunya solusi adalah Djohar harus lengser. Sehingga KLB harus digelar secepatnya.

maaf ane ga punya link, hasil liat dari tv
Quote:
3 dari 4 Exco Pembangkang

1. Toni Apriliani = kader Golkar
2. La Nyalla Mattaliti = kader partai Patriot & ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
3. Erwin Dwi Budiawan = anak Harbiansah Hanafiah (Petinggi PT LI)

Selain itu, aroma permainan uang dalam penyelanggaraan ISL juga dapat tercium. Bagaimana logikanya ISL bisa digelar kalau PSSI/BOPI tidak memberi izin? Prosedurnya Kepolisian harus mendapat surat izin dari PSSI/BOPI untuk membantu mengamankan pertandingan. Tapi buktinya, Kepolisian sekarang lempeng mengamankan ISL meskipun tanpa persetujuan PSSI/BOPI. Apalagi kalau bukan kekuatan uang? Ingat, BOPI musim lalu mengizinkan LPI karena klub-2 pesertanya bukan anggota PSSI. Nah sekarang klub peserta ISL masih anggota PSSI, sehingga sudah sewajarnya BOPI tidak memberi izin. BOPI hanya akan memberi izin kalau peserta ISL mengundurkan diri dari keanggotaan PSSI.





Kalau dibilang ISL adalah turnamen, masih terasa janggal. Sebab konsep turnamen ISL lebih mirip liga. Contoh turnamen adalah Piala Dunia, AFF Cup, AFC Cup, dlsb. Alasan apa lagi yang digunakan PT LI sehingga membuat Kepolisian percaya bahwa ISL adalah turnamen?


Last edited by shong_roga; Yesterday at 12:56 PM..
shong_roga is offline Add to shong_roga's Reputation Report Post Report Post     Multi-Quote This Message QUOTE
Old 04-12-2011, 10:17 AM   #5
kaskuser

shong_roga's Avatar

UserID: 1054223
Join Date: Aug 2009
Posts: 366
shong_roga  akan menjadi terkenal
Kemudian penyelenggara adalah PT LI. PT LI ini 99% sahamnya sebelumnya adalah milik PSSI. Tapi anehnya, saham sejumlah tersebut diserah-terimakan ke klub-2 tanpa mengundang pihak PSSI dalam acara RUPS. Judulnya saja Rapat Umum Pemegang Saham, justru PSSI sebagai pemilik mayoritas saham tidak diundang. Jadi ada yang berkuasa di PT LI selain PSSI. Siapa lagi kalau bukan antek Bakrie.


Quote:
RUPS PT. LI Tanpa Mengundang PSSI adalah Kebodohan

Spartacks Cyber. Langkah berani yang dilakukan PT. Liga Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dinilai menyalahi aturan. RUPS yang rencananya akan digelar pada 27 Oktober 2011 tersebut diagendakan untuk membagi-bagikan saham PT. LI kepada klub peserta Liga Super Indonesia.

Erizal Anwar selaku Direktur Utama PT. KSSP berpendapat bahwa pelaksanaan RUPS PT. LI oleh Andi Darussalam Tabussala (Presiden Direktur PT. LI) dan Djoko Driyono (CEO PT. LI) cacat hukum dan akan memperkeruh keksiruhan sepakbola nasional. “Menurut saya itu hanyalah langkah-langkah sekelompok orang untuk mengacau saja. status Quo punya pintu untuk kembali menggacaukan situasi. Tindakan mereka mengadakan RUPS tanpa mengundang pemilik saham adalah seuatu kebodohan,” ungkap Erizal kepada Spartacks Cyber, Senin 24 Oktober 2011 melalui sambungan telepon.

PT. LI sebelumnya telah menyelenggarakan Pra-RUPS pada Minggu, 23 oktober 2011 di Jakarta namun tidak mengundang PSSI yang secara legal adalah pemilik utama saham PT. LI. Hal tersebut menjadi salah satu alasan manajemen Semen Padang FC tidak menghadiri undangan ini. Dari 18 klub yang berlaga di Liga Super Indonesia musim lalu, hanya 13 klub yang hadir.
“Bodoh sekali mereka bukan pemegang saham tapi mengadakan RUPS. Apalagi yang diundang semuanya bukan pemegang saham, itu salah sekali,” tambah Erizal

RUPS bisa sah jika saja kita masing-masing klub telah diserahkan kepemilikan sahan PT. LI secara legal. Memang berdasarkan hasil kongres Bali dikatakan bahwa pemilik saham PT. LI adalah 99 persen milik klub, namun belum diserahkan secara legal. Menurut undang-undang penyerahan saham tersebut hanya bisa dilakukan juga dalam RUPS, namun sejak kongses Bali hingga saat ini PSSI yang dulu dipimpin Nurdin Halid belum pernah sekalipun mengadakan RUPS sehingga kita selaku klub belum berhak secara legal atas saham tersebut, makanya SP tidak menghadiri undangan tersebut.

“Artinya, pengurus PSSI yang lama itu tidak menjalankan amanat dari kongres, harusnya setelah konres Bali mereka melakukan RUPS untuk membagikan saham kepada klub, namun itu tidak mereka lakukan. Artinya, secara legal kita tidak memiliki saham (di PT. LI, red),” tambah Erizal.

Menanggapi kisruh kompetisi yang terjadi saat ini, Erizal dengan tegas menyatakan akan tetap berada di IPL karena merupakan liga resmin yang digulirkan oleh PSSI. Keputusan ini diambil bukan atas dasar SPFC mendukung secara penuh langkah-langkah yang diambil oleh PSSI sekarang, namun karena mengikuti jalur yang benar. “Jadi sikap kita tetap di IPL,” imbuh Erizal.

Sedangkan mengenai wacana akan digulirkannya kembali Liga Super Indonesia oleh PT. LI yang diawali oleh RUPS PT. LI, Erizal menyatakan bahwa langkah tersebut adalah sebuah kesalahan. “Apa yang dilakukan ADT dan Djoko Driyono itu sudah menyimpang. Mereka itu hanyalah pesuruh dari pemegang saham, bukan pemegang saham dan tidak berhak membagi-bagikan saham,” pungkas Erizal. (Rieko)

http://spartacks.net/berita/2011/10/24/2057.html )




Quote:
Penjelasan Diagram ISL

A B C D E

Quote:
Kesalahan PSSI yang paling besar adalah PSSI dan Djohar Arifin tidak tegas. Organisasi ini butuh pemimpin yang tegas. Apalagi di tengah kesimpang-siuran informasi seperti ini. Klub, pelatih, dan pemain menginginkan induk organisasi yang mengayomi. Dan para suporter yang mayoritas awam butuh kejelasan. Jangan sampai justru kalah tegas dengan provokator dan perusak.







Quote:
Jadi solusinya bagaimana?
1. Dengan segala hormat, harap Bakrie jangan mengganggu PSSI.
2. Silahkan Bakrie berfokus pada Pelita Jaya, Brisbane Roar, dan Vise.
3. Biarkan PSSI Djohar bekerja dulu, jangan diganggu. Baru nanti kita lihat hasilnya.
Quote:
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Bakrie telah banyak berjasa bagi perkembangan sepak bola nasional. Kita masih ingat tim Primavera dan SAD bisa berguru ke luar negeri adalah karena jasa Bakrie. Kemudian mengizinkan pemain-pemain muda Indonesia memperkuat Vise Belgia. Tapi Bakrie pula yang meninggalkan sistem liga yang tidak profesional. Sampai menjadi hal yang biasa ketika kita melihat dalam suatu pertandingan yang wasitnya memihak salah satu tim, penalti untuk tuan rumah di menit 88, amat seringnya sempritan offside untuk tim tamu, wasit dianiaya, jual beli pertandingan, pencak silat, taekwondo, karate, jujitsu, dlsb.

Untuk saat ini, tanpa mengurangi rasa hormat pada keluarga Bakrie, tolong biarkan orang lain yang mencoba membenahi sistem yang sudah bobrok ini. Tolong jangan ganggu mereka. Sementara cukup melihat dulu apakah orang lain itu berhasil memajukan sepakbola nasional atau tidak. Tentunya kalau sepakbola Indonesia maju, semua rakyat akan senang. Dan tidak akan lupa dengan jasa-jasa Bakrie.
Quote:
Seandainya ada kekeliruan dalam analisa ane, mohon diluruskan. Termasuk kalo ada pendukung Bakrie di sini yang ga setuju, silahkan kasih tahu ane di poin mana ane salah. Perlu diperhatikan, ini hanya dugaan ane atas serentetan peristiwa yang terjadi, kalau ada yang merasa dirugikan, silahkan klarifikasi. Ane ga segan memperbaiki analisa ane dan minta maaf.

Ane tekankan sekali lagi: Ane bukan di pihak AP maupun ARB. Tulisan yang ane buat ini hanya curahan pikiran ane semata. Utamanya setelah mengamati satu peristiwa dengan yang lainnya. Tidak ada maksud hati untuk memprovokasi, menggiring opini, mendoktrin, apalagi memfitnah. Oleh karena itu, secara terbuka ane mohon maaf kalau ada kekeliruan, silahkan ane diluruskan.

Satu tujuan ane: Untuk sepakbola Indonesia yang sehat dan profesional. Salam Sportivitas!

Terima kasih
Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11799319



Quote:
Terima kasih untuk agan-agan yang telah dukung ane, kritik ane, atas guyuran cendolnya, rate 5, komen-komen yang belum terbalas, bantuin lengkapin data, koreksi, dlsb. Mohon maaf ane belum bisa bales apa-apa, kecuali sedikit pemikiran yang ane tuangkan dalam tulisan ini yang semoga agan sekalian mendapatkan manfaatnya.
Reaksi:

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Menurut saya semua itu adalah uang 90% Peserta LI(ISL)adalah milik Bakrie dan Partai Golkar.Seperti Mitra Kulkar,PSPS,PSMS Medan dll semua biaya dan pengurusnya orang golkar dan jgn Lupa Pelita Jaya.